5
Sindiran Keras Dari Film Spongebob Squarepant
Spongebob Squarepant adalah film animasi paling fenomenal di dekade ini. Siapa yang tidak
kenal tokoh lucu yang satu ini yang tingkahnya bikin geleng geleng kepala dan
teman-temannya di bikini buttom. Dikarang oleh Steven Hillenberg asal Amerika,
film animasi ini mengandung banyak
kritikan, sarkas dan satire tentunya yang membuat komedi di film ini terasa
berbeda. Namun kali ini kita bukan mau membahas tentang film yang biasa membuat
kita terpingkal-pingkal. Tapi sisi
pelajaran yang ada didalam beberapa episodenya, ayo kawan mari kita simak.
1. Legenda flying ducthman dan VOC


Legenda ini terkait dengan Indonesia,
karena Flying Ducthman ini adalah orang-orang VOC yang berambisi untuk
mendapatkan rempah-rempah di Indonesia saat itu. Namun ditengah perjalanan
disekitaran Tanjung Harapan mereka bertemu badai yang luar biasa. Banyak dari
tim VOC menyarankan berlabu saja sementara menunggu badai reda, namun crew
kapal pada waktu itu memutuskan untuk lanjut terus menembus badai.

Bukan hanya itu,dikabarkan pula
para krue kapal menyatakan mereka bersumpah akan menantang Tuhan dan melawan
badai tersebut. Lantas kapal tersebut dikutuk oleh Tuhan untuk tidak bisa berlabuh
selama-lamanya. Tentunya VOC ada kaitannya dengan kisah sejarah masa lalu
indonesia yang kita dijajah olehnya selama 350 tahun.Tidak disangka karakter
ini juga satire bagi orang-orang Belanda yang pernah menjajah tanah Indonesia.
2. Squidword dan sistem pendidikan di Indonesia

Didalam
episode kelas seni, Squidword membuat sekolah seni dan Spongebob yang ternyata
satu satunya murid yang mendaftar disana. Setelah squidword mengajar, ternyata
Spongebob lebih berbakat dan genius lebih diatas Squidword. Squidword
tersinggung dan alih alih mengakui bakat Spongebob dan mengembangkannya, ia malah
mengatakan “kamu tidak bisa apa apa, kamu
harus baca buku.”

Ini sesungguhnya adalah relate dengan sistem pendidikan di Indonesia. Sebab ketika
pendidikan di Indonesia di selenggarakan anak-anak datang kesekolah dengan
bakat mereka masing-masing, mereka jenius di bidang mereka masing-masing. Tapi
sejak awal mereka masuk sekolah sudah langsung dihentikan bakatnya, ditekankan
‘kamu harus baca buku, kamu harus sesuai dengan buku’ sehingga bakat orisinil yang dimiliki anak
tersebut dipendam dari awal mereka memulai ’belajar’.
3. Squidword yang menyindir gunung Krakatoa

Episode ini
merupakan sarkas bagi Indonesia, karena di episode tersebut digambarkan
Squidword yang mengeluarkan jurus dari kepalanya sambil berteriak ‘Krakatoa’,
yang ternyata jurus itu mengenai temannya sendiri. Gunung krakatau mengeluarkan
erupsi pertamanya pada tahu 1567. Ledakkannya tidak hanya berimbas di Indonesia
namun sampai kepada seluruh dunia. Maka dari itu Nicklodeon memasukkan nama
Gunung Krakatau kedalam film animasinya sebagai pengingat bencana besar
tersebut.
4. Stand Up Comedy Spongebob
membuat kita sadar kekurangan kita

Di
episode ini Spongebob diceritakan sedang mengisi acara Stand Up Komedi dalam
sebuah acara yang digelar oleh Krusty Crab. Kemudian sempat beberapa lama
Spongebob gagal untuk membuat penonton tertawa karena leluconnya sangat garing.
Sampai suatu momen dimana Spongebob melihat Sandy disitu Spongebob sadar itu
bisa dijadikan sebagai objek leluconnya,maka sejak saat itu Sandy dijadikan
sebagai bahan lelucon dan ditertawakan.

Dengan autokritik atau mengkritik identitas
diri sendiri, kita bisa menghasilkan lelucon yang bisa diterima semua orang.
Namun yang terjadi di Indonesia tidak
seperti cerita diatas, kita mudah tersinggung untuk dikritik, dan selalu
menyalahkan orang lain atas kesalahan diri sendiri. Dan tidak sepatutnya kita
menjelekkan orang lain hanya untuk kepentingan pribadi saja, namun untuk semua
pihak.
5. Patrick Star “Dunia itu tidak
adil jadi biasakanlah.”

Di episode
kita bisa melihat Patrik sebagai Raja Bikini Buttom berbicara kepada rakyatnya
tentang keadilan. Namun siapa sangka ucapannya yang seolah bodoh itu ternyata
mengandung makna Filosofis.

Menurut
John Rawls pengamat politik paling terkemuka di Amerika Serikat, hidup memang
tidak adil. Kenapa ? karena kita tidak tahu dimana letak keadilan tersebut,
jika dikatakan keadilan adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Namun
tanpa kita sadari, kita tidak pernah tahu dimana tempat kita seharusnya berada.

Contoh, jika
kita lihat pemimpin kita, apakah kita bisa yakin beliau memang bertempat
sebagai pemimpin negara ?. Bukan sebagai pengusaha mebel terkenal, ataupun
lainnya ? Mari kita bersama renungkan ucapan Patrick yang satu ini.
Dibalik
kelucuan dan kedunguan dalam animasi spongebob ternyata ada banyak cerita yang
bisa kita ambil pelajarannya. Tinggalkan kritik dan saran untuk bersama membangun
blog ini, terima kasih.
Komentar
Posting Komentar